tepatnya pada tanggal 6 November 2011, hari raya qurban/dikenal dengan idul adha pada saat itu telah banyak warga kalianget-sumenep telah menyembelih kambing dan sapinya untuk dibagi-bagikan kepada para fakir miskin yang benar-benar tidak mampu. banyak yang menyedekahkan kambing dan sapinya untuk dijadikan qurban dihari raya idul adha. masing-masing potongan daging kambing dan sapinya tersebut dibagi-bagikan ke Anak yatim dan fakir miskin yang benar-benar tidak mampu. herannya pada saat sapi mau disembelih dan ingin dijatuhkan sapi tersebut marah dan mengamuk kepada orang yang ada tepat dipannya. semua orang berada disekitar sapi menjadi takut. untungnya ada orang yang berani untuk memegang sapi tersebut dalam kondisi yang tidak stabil.ternyata untuk mengatasi sapi yang sedang mengamuk/marah kita hanya bisa mempertemukannya dengan sapi-sapi yang lain. mengapa sapi yang sedang mengamuk harus dipertemukannya dengan sapi yang lainnya? karena sapi tersebut kesepian tidak ada teman yang menemaninya. mungkin cuma ini yang saya dapatkan dari orang-orang yang berpengalaman dengan sapi yang sedang mengamuk.
Qurban dalam istilah fikih adalah Udhiyyah (الأضحية)
yang artinya hewan yang disembelih waktu dhuha, yaitu waktu saat
matahari naik. Secara terminologi fikih, udhiyyah adalah hewan
sembelihan yang terdiri onta, sapi, kambing pada hari raya Idul Adha dan
hari-hari tasriq untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kata Qurban artinya mendekatkan diri kepada Allah, maka terkadang kata itu juga digunakan untuk menyebut udhiyyah.
Mempersembahkan
persembahan kepada tuhan-tuhan adalah keyakinan yang dikenal manusia
sejaka lama. Dalam kisah Habil dan Qabil yang disitir al-Qur'an
disebutkan Qurtubi meriwayatkan
bahwa saudara kembar perempuan Qabil yang lahir bersamanya bernama
Iqlimiya sangat cantik, sedangkan saudara kembar perempuan Habil bernama
Layudza tidak begitu cantik. Dalam ajaran nabi Adam dianjurkan
mengawinkan saudara kandung perempuan mendapatkan saudara lak-laki dari
lain ibu. Maka timbul rasa dengki di hati Qabil terhadap Habil, sehingga
ia menolak untuk melakukan pernikahan itu dan berharap bisa menikahi
saudari kembarnya yang cantik. Lalu mereka sepakat untuk mempersembahkan
qurban kepada Allah, siapa yang diterima qurbannya itulah yang akan
diambil pendapatnya dan dialah yang benar di sisi Allah. Qabil
mempersembahkan seikat buah-buahan dan habil mempersembahkan seekor
domba, lalu Allah menerima qurban Habil.Qurban ini juga dikenal oleh umat Yahudi untuk membuktikan kebenaran seorang nabi yang diutus kepada mereka. Mungkin kisah nabi Ibrahim yang diperintahkan menyembelih anaknya adalah salah satu dari tradisi tersebut.
Dalam al-Qur'an dikisahkan:
37.
102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha
bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku
melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa
pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang
diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk
orang-orang yang sabar".
37.
103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan
anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).
37. 104. Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,
37.
105. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya
demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Yang dimaksud dengan "membenarkan mimpi" ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksana- kannya.
37. 106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
37. 107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
Sesudah
nyata kesabaran dan keta'atan Ibrahim dan Ismail a.s. maka Allah
melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah
menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar